Penelitian (RISET) Kegiatan Humas

Penelitian (RISET) Kegiatan Humas

Oleh: Prita Kemal Gani,MBA.,MCIPR.,AIPR

Pada kesempatan ini saya ingin membahas, pentingnya kegiatan riset (penelitian) dalam kegiatan kehumasan. Kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dan ketrampilan melakukan riset, merupakan hal mutlak, yang harus dikuasai seorang praktisi Humas.

Riset merupakan usaha secara sistematis untuk mengumpulkan, mengolah dan menginterpretasi informasi guna meningkatkan pemahaman para praktisi humas tentang hal-hal yang tengah dan akan terjadi.
Sesungguhnya, aktivitas Humas terjadi, dalam suatu rangkaian kegiatan yang berlangsung secara terus-menerus. Kegiatan itu tidak bersifat sporadis, atau terjadi mendadak, tanpa persiapan matang.

Secara konseptual, bila kita melihat kembali tahapan dalam proses kegiatan Humas, terlihat bahwa aktivitas riset merupakan langkah awal, sebelum seluruh aktivitas lainnya dilakukan, yaitu aktivitas prencanaan program, aksi dan komunikasi, yang dilanjutkan dengan evaluasi program.

Kegiatan evaluasi sebagai suatu tahapan akhir dari proses Humas, sebenarnya berkaitan dengan aktivitas riset. Aktivitas riset bisa membantu praktisi humas mengetahui, bagaimana situasi saat ini. Kegiatan riset pun bisa membantu praktisi humas mengetahui pendapat umum (para stakeholders), kendala-kendala pelaksanaan program humas.

Selain itu, yang tidak kalah penting, riset berguna untuk menguji keberhasilan dari program kehumasan.

Kegiatan riset untuk aktivitas kehumasan bisa dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif maupun kualitatif. Secara teoretis, perbedaan mendasar metode kuantitatif dengan kualitatif, melahirkan diskusi panjang, sehingga tidaklah cukup memadai bila dijelaskan dalam Kolom singkat ini.

Perbedaannya bisa menyangkut berbagai aspek: mulai dari penggunaan paradigma, data yang digunakan, hingga pada penggunaan instrumen penelitian. Walau kedua metode ini berbeda, dalam rangka kegiatan kehumasan, keduanya menjadi penting dan sangat relevan untuk menunjang keberhasilan kerja seorang praktisi Humas.

Kedua metode penelitian – kuantitatif maupun kualitatif – memiliki berbagai varian. Untuk penelitian kuantitatif, beberapa metode bisa digunakan, misalnya dengan metode survey yang, bertujuan untuk mengetahui pendapat dari suatu target populasi. Bisa jadi populasi yang ditentukan, mewakili para stakeholders. Metode kuantitatif pun bisa dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen.

Sedangkan dalam kaitan dengan metode kualitatif terlihat begitu banyak metode yang bisa diaplikasikan, misalnya saja dengan menggunakan etnografi, penelitian dasar (grounded research), studi kasus, fenomenologi, naratif atau bisa juga dengan menggunakan analisis teks seperti framing, hermeneutic, dan sebagainya.

Setidak-tidaknya, ada tiga tujuan utama kegiatan riset. Pertama, menggambarkan suatu proses, situasi atau fenomena (kenyataan sosial). Kedua, menjelaskan mengapa suatu kemungkinan terjadi, dan apa penyebab dan apa pengaruh kejadian itu. Ketiga, kegiatan penelitian pun dilakukan untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika akan bertindak atau melakukan tindakan.

Praktisi Humas dewasa ini, kiranya harus mampu membuat pemetaan terhadap stakeholders dan juga mencari tahu apa persoalan-persoalan yang dihadapi untuk setiap stakeholders tersebut. Pemahaman mengenai persoalan yang terjadi pada masing-masing stakeholders hanya bisa dijangkau melalui kemampuan dan kepiawaian untuk menembus esensi masalah yang, antara lain bisa dijangkau melalui kegiatan-kegiatan riset. Karena itu, sangat penting bagi seorang praktisi Humas untuk selalu terbiasa mendapatkan atau menyentuh jantung persoalan melalui aktivitas riset.

Semua metode riset sebagaimana telah diutarakan di atas, akan menjadi bekal seorang praktisi Humas dalam mendapatkan berbagai informasi dan fakta, sebelum ia melakukan atau merancang kegiatan-kegiatan kehumasan. Atau, bisa pula salah satu metode ini digunakan untuk mengevaluasi berbagai kegiatan kehumasan yang sudah dijalankan sehingga pada akhirnya seluruh rangkaian kegiatan itu bisa mendapatkan hasil yang sangat maksimal.

Sumber: http://www.lspr.edu/pritakemalgani/riset-bagi-praktisi-humas/
Ketua Umum BPP PERHUMAS

SHARE THIS:
error: Content is protected !!
mautic is open source marketing automation -->